Kamis, 28 Oktober 2010

2 pertanyaan tanpa jawaban, soal Tuhan (Must Read)

Aku tidak terlalu suka membaca Alkitab dan Alquran, tapi kalau kau bisa menunjukkan padaku kitab agama mana yang menerangkan asal-muasal Tuhan, katakanlah, supaya aku menjadi tahu.” Kawanku membalas: “Kau mungkin kafir. Jangan bikin pertanyaan menyesatkan.” Ini dua pertanyaan tua, bisakah kau menjawabnya?
Balige; Blog Berita; Jarar Siahaan
Dalam semua agama, Tuhan diyakini sebagai Yang Maha Kuasa. Kekuasaan Tuhan tak terbatas. Dia tahu apa yang tidak diketahui manusia; Dia melihat apa yang tidak dilihat manusia; Dia mampu mengerjakan apa yang tidak mampu diperbuat manusia. Dia disebut Yang Maha Kuasa.


Tapi tidak sedikit orang sejak dahulu yang senantiasa “protes” dan mencari tahu apakah memang benar Tuhan itu ada dan maha-kuasa. Dari sekian banyak “gugatan” terhadap keberadaan Tuhan yang pernah kudengar, ada dua pertanyaan yang kusukai. Aku suka kedua pertanyaan ini karena aku belum bisa menjawabnya hingga hari ini.

1. Dari mana asal Tuhan, apakah Dia tiba-tiba ada?

Kalau ditanya mana duluan telur atau ayam, kujawab ayam, karena memang Tuhan pada mulanya menciptakan ayam, bukan telur. Kalau ditanya siapa yang menciptakan manusia, matahari, udara, api, air, tanah, dan semua planet, pasti kujawab Tuhan.
Kalau ditanya dari mana asal-muasal Tuhan, apakah Dia tiba-tiba ada, pernah kujawab pada seorang kawan: Aku tidak tahu.
Lalu dia berkata: Apakah agama yang dulu kaupeluk [Kristen] dan yang sekarang [Islam] tidak menjelaskan secara pasti siapa yang menciptakan Tuhan dan dari mana Dia berasal?
Kujawab: Aku tidak terlalu suka membaca Alkitab dan Alquran, tapi kalau kau bisa menunjukkan padaku kitab agama mana yang menerangkan asal-muasal Tuhan, katakanlah, supaya aku menjadi tahu.
Ternyata temanku itu tidak bisa menunjukkannya.

2. Mampukah Tuhan menciptakan sebuah benda yang sangat berat yang Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya?

Kalau dijawab Tuhan mampu menciptakan benda yang sangat berat yang Dia sendiri tidak sanggup mengangkatnya, berarti Tuhan tidak maha-kuasa — mengapa Dia tidak cukup kuat mengangkat benda itu.
Kalau dijawab Tuhan tidak mampu menciptakan benda berat tersebut, berarti Tuhan pun tidak maha-kuasa — mengapa Dia tidak bisa menciptakan benda terberat di dunia.
Aku sudah beberapa kali mengajukan kedua pertanyaan ini kepada kawan-kawanku, dan umumnya mereka tidak bisa menjawab. Beberapa kawan berkata: Itu rahasia Tuhan, hanya Tuhan yang tahu, kau jangan bikin pertanyaan menyesatkan, mungkin benar kau termasuk kafir, mungkin kau ateis, ketahuilah bahwa manusia tidak sanggup melihat Tuhan, sepintar-pintar manusia takkan tahu siapa sesungguhnya Tuhan dan di mana tempat untuk menemukan-Nya.
Satu-dua kawanku yang mengaku mampu menjawab, berkata, jawaban untuk pertanyaan pertama adalah “Tuhan tidak diciptakan oleh siapapun, pokoknya Tuhan adalah yang pertama dan terakhir,” sementara jawaban kedua ialah “Tuhan mampu menciptakan apapun, pokoknya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, titik.”
Mendengarnya, aku tersenyum. “Pokoknya…, pokoknya….”  

[blogberita.net]

Rabu, 27 Oktober 2010

PAUL SI GURITA PERAMAL TUTUP USIA! (Pendukung Jerman seneng gan)

Paul Gurita yang meraih ketenaran berkat kemampuannya memprediksi hasil pertandingan sepakbola Piala Dunia Afrika Selatan, meninggal di akuarium laut Oberhausen di Jerman, Selasa (26/10). 



"Hati para manajemen dan staf di Oberhausen Sea Life Centre hancur setelah menemukan Paul dalam keadaan tidak bernyawa," ujar pengelola akuarium dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip dari Nationalpost.com.

"Kesuksesan Paul membuat sebuah fenomena besar. Kami sangat menyukainya dan merasa kehilangan," kata Manajer Sea Life, Stefan Porwoll.

Tubuh Paul sekarang berada dalam lemari pendingin sementara. Pihak akuarium masih memutuskan cara terbaik menandai kematiannya.

"Kita akan membuat sebuah tempat sederhana untuk mengenangnya," ujar Polwoll.

Namun, penggemar Paul tidak perlu putus asa, karena sudah ada pengganti gurita lain yang akan diberi nama Paul seperti pendahulunya.

Paul menjadi salah satu sosok yang paling mendapat sorotan di Piala Dunia 2010 setelah mampu menebak delapan pertandingan Piala Dunia dengan benar.

Dua kali binatang berkaki delapan ini sukses menebak hasil laga Spanyol, yaitu di semifinal saat melawan Jerman dan di final melawan Belanda.

Selebriti Hollywood Peduli Indonesia

Indonesia sedang berduka. Yup, itu yang sedang terjadi saat ini. Kalau 2 hari kemarin warga ibu kota, Jakarta, mengeluh akibat banjir dan macet itu belum seberapa karena ada bencana yang lebih dahsyat di Mentawai dan Jogjakarta.


Hari Senin (25/10), warga kepulauan Mentawai, Sumatera Barat diguncang dengan gempa yang berkekuatan 7,2 skala Richter dan berakhir dengan susulan gempa berkisar 5 SR dan maka terjadilah tsunami. Belum selesai dengan itu, kemarin (26/10), bencana alam kembali menimpa Jogjakarta. Gunung Merapi pun meletus setelah sebelumnya berstatus siaga dan awas. Kedua bencana alam itu memakan banyak korban, baik yang meninggal, luka bakar, hingga hilang.

Bencana alam yang terjadi di Indonesia membuat selebriti Hollywood buka mata. Mereka ternyata peduli dengan bencana tersebut, hingga jejaring sosial twitter pun dipenuhi oleh timeline seputar gempa. Hal itu pun menjadi trending topic dengan hastag prayforindonesia. Selebriti Hollywood itu antara lain: Tom Cruise, Justin Bieber, Jonas Brothers, Joel Madden, Kim Kardashian dan Johnny Depp.

"Just found out about the earthquake.. everyone please pray for the people there. #prayforindonesia," begitu tulis Johnny Depp di akun twitternya.

Ehem, ternyata Indonesia tidak dilupakan begitu saja dimata dunia. Gimana dengan selebriti Indonesia? Yuk, ikut membantu juga...
 
 
source : Rileks.com
 

Jalan Mundur Bisa Tajamkan Pemikiran

Sedang dipaksa menghadapi sebuah tantangan yang besar? Peneliti dari Belanda menyarankan kita untuk berjalan ke belakang.

"Ketika kita dihadapkan oleh situasi yang berat, melangkahkan kaki ke arah belakang dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi masalah tersebut dengan lebih efektif," tutur Severine Koch, PhD dan timnya yang bekerja untuk departemen psikologi sosial dan budaya dari Radbound University Nijmegen di Belanda.

Para peneliti tertarik melihat pengaruh dari gerakan ‘mendekat’, seperti berjalan maju atau menarik sesuatu mendekati kita, serta pengaruh dari gerakan ‘menghindar’, seperti menjauh dari sesuatu, terhadap fungsi mental manusia.

Dalam studi, tim menemukan bahwa tubuh dan pikiran kita lebih waspasa ketika melakukan gerakan ‘menghindar’. Sehingga mereka mencoba teori tersebut untuk diuji pada 38 pelajar di Radboud University Nijmegen.

Setiap relawan diminta mengikuti tes yang mengharuskan mereka membaca huruf berwarna, seperti merah, yang kadang dituliskan dengan warna yang benar (seperti huruf mereh ditulis dengan tinta merah), dan terkadang dituliskan dengan warna yang berbeda (huruf merah ditulis dengan tinta biru). Lalu, para pelajar diminta untuk menyebutkan warna dari tinta dari tiap huruf secepat mungkin. Dan, mereka harus melakukan tes ini sambil berjalan ke depan, belakang, dan ke samping.

Ketika tes yang mudah dilakukan, yaitu saat huruf dan tintanya sama, waktu reaksi yang dibutuhkan untuk menjawab jawaban yang benar sama-sama bagus, baik ketika pelajar berjalan ke depan, belakang atau ke samping.


Tapi, hasil yang berbeda terlihat ketika tesnya menjadi susah (huruf dan tintanya tidak sama). Pelajar yang berjalan mundur ternyata memiliki waktu reaksi untuk menjawab yang benar lebih cepat. Sedangkan untuk yang berjalan maju dan ke samping menampilkan hasil yang hampir sama.

Berdasarkan hasil tersebut, Koch dan tim menyimpulkan bahwa pergerakan ke belakang ternyata menunjukan pemicu mobilitasi daya kognitif yang sangat kuat. Tapi, jangan lakukan ini secara sembarangan. Karena keamanan tetap no.1! Pastikan tempat yang kita pilih untuk berjalan mundur benar-benar aman.

Foto Mbah Maridjan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud

Mbah Maridjan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud | Berita Letusan Gunung Merapi - Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi itu ditemukan Tim SAR telah meninggal dunia. Mbah Marijan meninggal dalam posisi sujud.

"Ditemukan di dapur dalam posisi sujud," kata anggota Tim SAR, Suseno, saat ditemui di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10/2010).

Tim evakuasi segera membawa jenazah Mbah Maridjan ke tempat yang aman. Jasad Mbah Maridjan yang lahir pada 1927 ini kini tengah diidentifikasi di rumah sakit. "Tim mengevakuasi Mbah Maridjan sekitar pukul 05.00 WIB," tambah Suseno.

Pada Senin (26/10) malam sempat tersiar kabar Mbah Maridjan masih hidup. Namun kini setelah tim evakuasi melanjutkan pencarian dipastikan Mbah Maridjan meninggal dunia. Di kawasan rumah Mbah Maridjan, ada 16 orang yang ditemukan tewas.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu pun sebelumnya mendapatkan kabar bahwa Mbah Maridjan meninggal dunia karena ada jenazah yang mirip dengan pembantu setia (alm) Sultan HB IX itu. Kabar terbaru ini berarti juga meluruskan informasi yang berkembang sebelumnya bahwa pria bergelar Raden Ngabehi Surakso Hargo itu telah diselamatkan dalam kondisi lemas semalam. (sumber: detiknews.com)

Selasa, 26 Oktober 2010

Potret ayah yang bertanggung jawab (patut diteladani gan)












10 Poster Film Keren, yang dibuat jadi simple alias minimalis (must see)!!

Suka nonton film bermutu dan berkelas? kalau jawaban agan iya, berarti kamu semua harus melihat poster-poster kerennya terlebih dahulu!

Dibuat oleh Pedro Vidotto asal Brazil, seniman yang juga merangkap sebagai desainer dan art director ditempatnya ia bekerja ini, Pedro menghasilkan aneka poster-poster film yang berkelas dan cukup minimalis tapi indah dipandang.

Penasaran poster film-film apa saja yang ia buat? berikut informasi lengkapnya.



















Kalau film-film Indonesia yang dibuat seperti itu bisa engga ya?

source (rileks.com)

Jam untuk agan yang ngerti matematika (hanya untuk yang pinter loh...)

12 adalah akar pangkat tiga dari 1.728 = 12.

Selanjutnya silahkan agan pahami sendiri..
 

share di komen gpp gan, buat yang ngarti coz gue aj bingung nih,..
hahaha ;D

Sabun mandi terobosan baru, nyesel kalo gak liat gan (must see)

Kalau agan biasa mandi menggunakan sabun yang biasa-biasa aja alias monoton, kini ada terobosan baru yang cukup luar biasa! penasaran? baca dan lihat fotonya dibawah ini.

Bukan sabun cair dan wewangian yang ditonjolkan dalam sabun-sabun ini, akan tetapi bentuk dan kegunaannya yang memang ditujukan untuk membersihkan diri dari kotoran dan kuman sepanjang hari.

Daripada bengong mikirian seperti apa sabun-sabun yang dimaksud, berikut foto-fotonya.















Ada yang mau mandi pakai sabun-sabun diatas?

source (rileks.com)

Zarmina, Planet pengganti bumi...

Kapal Enterprise itu berputar. Mengitari planet jingga yang diselimuti awan tipis. Nama planet itu Fotialla. Setelah agak dekat, Kapten James Kirk turun ke permukaan. Sang komandan meluncur dengan teknologi teleportasi. Sementara, kemudi kapal diambil alih Mr Spock.

Yang mereka tahu, Fotialla atau planet M-113, adalah planet tua dengan peradaban yang telah mati. Faktanya tidak. Mereka diserang oleh alien buruk rupa yang mampu bersalin wajah seperti manusia. Bahkan alien menyelusup ke dalam Enterprise dan menewaskan beberapa kru kapal. 
Ini bukan kisah nyata, melainkan salah satu adegan Star Trek dalam episode 'The Man Trap'. Semua kejadian fiksi itu digambarkan terjadi tahun 1513.1. Di skenarionya, Fotialla dikategorikan sebagai Planet kelas-M. Planet jenis ini memiliki atmosfer dengan kandungan oksigen, nitrogen, dan air yang berlimpah.
Dalam dunia nyata, klasifikasi planet kelas-M itu mirip dengan terminologi ilmiah ‘Planet Goldilock.’ Para ahli meramalkan, di planet inilah, manusia suatu saat bisa tinggal.
Akhir September 2010, sekawanan pakar pemburu planet baru, menemukan salah satu planet goldilock. Planet baru itu kemudian diberi nama Gliese 581g.
Tim pemburu yang menemukan Gliese 581g, itu adalah Steven Vogt dari University of California (UC) Santa Cruz, Paul Butler dari Carnegie Institution, Eugenio River dari UCSC, Nader Hagahighipour dari University of Hawaii, Manoa, serta Gregory Henry dan Michael Williamson, dari Tennessee State University.
Planet  581g ini terletak di konstelasi Libra, dalam sistem tata surya bintang kerdil merah (Red Dwarf). Bintang kerdil berwarna merah itu dikatalogkan astronom Jerman Wilhem Gliese, pada tahun 1957. Guna menghormat sang penemu, bintang kerdil merah yang menyerupai matahari itu kemudian diberi nama Gliese 581.
Gliese 581 memiliki sejumlah planet yang mengitarinya, yang kemudian diberi nama Gliese 581 dengan diimbuhi dengan abjad di belakangnya sebagai pembeda.
Planet yang paling dekat dengan bintang induk Gliese 581 diberi nama Gliese 581e, disusul Gliese 581b, dan Gliese 581c. Planet yang berada di posisi keempat adalah planet yang baru ditemukan, Gliese 581g. Dua planet di belakangnya diberi nama Gliese 581d, dan yang terjauh  Gliese 581f.
Namun yang kini paling menarik perhatian adalah Gliese 581g. Sebab planet baru itu sangat mirip dengan kondisi bumi.
Steven Vogt, penemu planet itu, kurang sreg dengan nama Gliese 581g. Planet baru ini, katanya, "terlalu cantik untuk diberi nama Gliese 581g." Vogt lebih suka menamainya  Zarmina, nama istri Vogt yang tinggal di California.

Mengenal Zarmina Lebih Dekat 
Planet ini mirip dengan bumi. Ukurannya lebih besar, sekitar 20 hingga 50 persen lebih besar dari bumi. “Planet ini bisa menampung lebih banyak real estate daripada bumi,” kata Vogt setengah bercanda. Dengan ukuran sebesar itu, Zarmina tentu saja bisa mampu menampung lebih banyak mahluk hidup, termasuk manusia.
Bagaimana keadaan di sana? Zarmina ini memiliki massa 3 hingga 4  kali lebih besar dari massa bumi. Gravitasi di permukaannya juga lebih besar, sekitar 1 hingga 1,5 lebih besar dari gravitasi bumi. Artinya, kalau kalau di bumi bobot Anda 70kg, maka di Zarmina akan melar hingga sekitar 100kg.
Kekuatan gravitasi yang lebih besar itu, membuat Zarmina mampu menahan lapisan atmosfer di permukaannya. Atmosfir memang sangat penting, terutama untuk menjaga tekanan air, agar tetap bisa berwujud cair.

“Dari data yang kami kumpulkan planet ini berada di jarak yang tepat untuk menemukan keberadaan air, dan massa planet ini juga tepat untuk keberadaan atmosfir,” kata Paul Butler, peneliti  dari Carnegie Institution of Washington, yang membantu Vogt. Dengan posisi seperti itu, Zarmina mungkin saja bisa dihuni manusia.
Ahli Riset Astronomi Astrofisika dari LAPAN, Profesor Dr. Thomas Djamaludin, menegaskan bahwa setidaknya ada tiga syarat utama sebuah planet bisa dihuni. Yakni sumber panas (matahari), air dan kehidupan organik. Dari indikasi yang ditemukan para ahli, Zarmina sudah memenuhi dua dari tiga syarat tadi.
Jarak Zarmina dengan matahari ( Gliese 581) sekitar 0,15 satuan astronomi (SA). Dan 1 satuan SA setara dengan jarak bumi dengan matahari, atau sekitar 150 juta km.
Artinya, jarak Zarmina dengan mataharinya (Gliese 581) 7 kali lebih dekat  daripada jarak bumi ke matahari. Bila bumi memiliki revolusi selama 364 hari, Zarmina hanya memerlukan 37 hari guna menuntaskan sekali putaran di orbitnya.
Karena Gliese 581 jauh lebih kecil dari ukuran matahari yang dikitari bumi, bintang itu tak akan sepanas matahari. Oleh karenanya, suhu rata-rata permukaan Zarmina, diperkirakan berkisar antara -31 hingga -12 derajat Celsius.
Namun temperatur aktual planet ini cukup ekstrim. Bisa sangat panas. Bisa pula sangat dingin. Menurut Vogt, di antara kawasan panas dan dingin, terdapat wilayah terminator.
Pada wilayah terminator yang dilewati garis khatulistiwa, suhunya terasa hangat, seperti di Meksiko atau Ekuador, di mana penghuni di sana masih cukup nyaman mengenakan kaus berlengan.
Di wilayah yang panas, angin akan bertiup dengan kecepatan 30-40 mil per jam. Sementara di tempat yang dingin, angin berhembus dengan kecepatan hingga 10 mil per jam.
Uniknya, lantaran letaknya cukup dekat dengan bintang induk, Zarmina sama sekali tidak melakukan rotasi seperti bumi. Untuk mempertahankan posisinya dari tarikan gravitasi matahari (Gliese 581), posisi Zarmina terkunci.
Permukaan yang menghadap matahari akan tetap mendapat cahaya dan panas, sementara permukaan sebelah belakang akan gelap dan dingin sepanjang masa. Oleh karenanya, di planet itu tidak ada siang dan malam. Bagian yang menghadapi matahari selalu siang dan bagian sebaliknya, malam selalu.

Sejak 11 Tahun Lalu
Penemuan ini adalah hasil jerih payah Steven Vogt dan timnya, yang mengawali penelitian yang disponsori National Science Foundation dan NASA, sejak 11 tahun lalu.
Vogt, adalah Profesor astronomi dan astrofisika yang telah melakukan observasi di berbagai riset UCSC dan University of California Observatories, sejak 1978. Vogt adalah orang yang mendesain spektrometer HIRES, yang digunakan untuk mengukur kecepatan radial sebuah bintang.
Menurut Kepala Observatorium Boscha Lembang, Hakim L Malasan, Vogt  adalah salah satu tokoh pionir dalam penemuan planet yang layak huni, selain Prof Michel Mayor dan Didier Queloz yang pada 1995 menemukan planet ekstrasolar (planet-planet di luar tata surya) pertama, di sistem bintang 51 Pegasi.
Penemuan Zarmina sendiri disandarkan pada penelitian-penelitian di Observatorium WM Keck di Mauna Kea, Hawaii, yang dikombinasikan dengan data-data dari Observatorium Geneva Swiss, yang sebelumnya sudah menemukan empat planet Gliese lain.
Ini memang seperti berada di perbatasan antara fiksi dan kenyataan. Para peneliti sendiri tak pernah melihat langsung planet Zarmina melalui teleskop, karena teleskop hanya bisa melihat cahaya dari bintang induk Gliese 581.
Mereka hanya bisa menganalisa adanya planet-planet - termasuk Zarmina, dengan menggunakan spektrometer yang mampu mengukur kecepatan radial bintang Gliese 581.
Gaya tarik menarik antara bintang Gliese 581 dengan Zarmina, menyebabkan bintang induk mengalami pergerakan dan berputar pada orbit yang kecil. Dengan mengamati kecepatan radial itulah, kemudian planet Zarmina terdeteksi dan dapat diperkirakan massa dan orbitnya.
Penemuan Zarmina sendiri dicapai melalui perdebatan dan kompetisi yang cukup seru di kalangan para peneliti. Untuk mengumpulkan data-data, setiap tahun Tim Vogt hanya memiliki 15 hari untuk menggunakan teleskop, yang diantre oleh begitu banyak tim yang meriset berbagai obyek penelitian.
Tim Vogt sempat berkonflik dengan Observatorium Geneva, ketika mereka meminta data-data yang sangat penting. "Saya sempat mengatakan kepada pihak Swiss bahwa ini adalah kerja keras dan dan kita harus melewati tahapan di mana, 'Data kami lebih sempurna dan data Anda tidak, dan seterusnya, dan seterusnya,'" kata Vogt.
Untungnya, Vogt berhasil meyakinkan pihak Swiss untuk membagi data-data guna menuntaskan risetnya. "Saling membantu satu sama lain, adalah cara terbaik untuk menemukan kebenaran," ujarnya.

Planet Habitable Selanjutnya
Penemuan Vogt itu disanjung para ilmuwan ternama. Salah satunya adalah Sara Seager, pakar Eksoplanet (planet-planet di luar tata surya) dari MIT. “Penemuan ini sangat incremental dan monumental,” kata Sara.
Menurutnya, riset-riset yang dilakukannya telah menemukan beberapa planet yang lebih kecil dan letaknya dekat dengan zona yang bisa ditinggali manusia (habitable zone). Tapi, dia melanjutkan, “Ini adalah planet yang benar-benar berada di habitable zone.”
Disanjung begitu rupa, Vogt dan Butler tetap merendah. Penemuan ini, kata Vogt, bukanlah puncak dari pencapaian astronomi. Zarmina, katanya, cuma pemicu awal yang akan membawa ke berbagai penemuan planet-planet Goldilock berikutnya.
"Planet ini begitu dekat, dan kami menemukannya dengan cukup singkat.  Boleh jadi, kami akan menemukan yang seperti ini lagi," kata Vogt.
Di luar Zarmina, diperkirakan masih ada lebih dari 400 planet ekstrasolar yang menunggu ditemukan. Namun, seperti kata Profesor Thomas Djamaluddin, penemuan planet-planet habitable saat ini lebih pada tujuan penemuan terhadap kemungkinan adanya kehidupan mahluk cerdas lain selain manusia.
Sementara untuk tujuan untuk membangun koloni manusia di planet tersebut, masih belum terpikirkan.  “Itu masih lebih mirip dengan cerita science fiction,” kata Djamaluddin. Sebab, untuk mencapai planet Zarmina yang jauhnya sekitar  20 tahun cahaya (sekitar 200 triliun km), butuh waktu yang sangat lama.
Menurut Vogt, sebuah pesawat luar angkasa berkecepatan sepersepuluh kecepatan cahaya (kecepatan cahaya adalah 300 ribu km per detik), baru akan membawa manusia sampai ke planet itu dalam waktu 220 tahun.
Saat ini, mungkin hanya Kapten Kirk dengan USS Enterprise-nya yang bisa membawa manusia ke Zarmina. Kecepatan aman USS Enterprise  yang mencapai 5 Warp (sekitar 100 kali kecepatan cahaya) secara teoritis bisa membelah jarak bumi ke Zarmina hanya dalam tempo kurang dari 2 jam.